Tips Trik Tentang Cinta dan JAV Video.

Diberdayakan oleh Blogger.

Risiko Cedera saat Bercinta

Walaupun merupakan aktivitas yang menyenangkan, bercinta juga memiliki risiko lho jika tidak dilakukan dengan tepat.

Malah ada berbagai masalah kesehatan berupa cedera yang mungkin saja disebabkan dari hubungan seksual, apa sajakah itu?
Risiko Cedera saat Bercinta

1. Fraktur penis
Fraktur atau patah tulang pada penis mungkin terdengar lucu. Bagaimana tidak, bahkan organ pria yang satu itu tidak memiliki tulang. Cedera yang dimaksud dengan fraktur yakni ketika penis yang sedang ereksi bengkok secara tiba-tiba.

Anda akan tahu hal itu terjadi ketika mendengar suara retak sebelum mengalami sakit luar biasa dan pembengkakan diikuti oleh memar biru. Jika uretra robek juga, Anda akan melihat pendarahan pada saluran kemih.

Pencegahannya, Anda harus cerdas ketika melakukan hubungan seks yang agresif. Pasalnya, cedera dapat terjadi sewaktu-waktu jika penis mendorong permukaan yang keras seperti anus dan vulva pada perempuan.

2. Air mata vagina
Kondisi ini kerap dialami perempuan yang aktif secara seksual. Rasa terbakar, iritasi, dan gatal-gatal biasanya menjadi gejala. Meski tidak begitu serius, akan menyebabkan ketidaknyamanan karena bisa saja menyakitkan.

Sering berhubungan seks tapi kekurangan pelumas bisa menjadi penyebab utama. Kekeringan vagina terkadang disebabkan kurangnya foreplay. Itu adalah penyebab umum terjadinya luka vagina dan air mata. Melakukan foreplay sebelum berhubungan seks adalah cara terbaik selain melumasi sendiri.
 
Jika pasangan Anda adalah petualang, mencoba posisi baru. Trik termudah yaitu minum banyak air untuk melumasi. Jika Anda mengalami dehidrasi, itu akan membuat masalah lebih buruk.

3. Perdarahan frenulum
Frenulum adalah potongan kulit tipis yang berada di bagian bawah penis. Pendarahan ini merupakan cedera paling umum terutama jika mereka melakukan hubungan untuk pertama kalinya. Ini sering terjadi pada laki-laki yang baru saja menikah. Mereka langsung merasa ngeri melihat pendarahan di tengah seks.

Frenulum yang ketat atau jaringan yang menghubungkan penis dengan kulup (kulit khatan) merupakan penyebab utama.

4. Infeksi saluran kemih
Ini disebabkan selama hubungan badan, bakteri dari daerah genital dan anus dengan mudah menjelajahi uretra, kandung kemih, atau ginjal yang sering menyebabkan nyeri saat buang air kecil, nyeri punggung bawah, dan sakit perut.

Bagaimana menangani hal ini? Kebersihan adalah kunci. Biasakan untuk membersihkan diri sebelum dan setelah berhubungan seks, tetapi Anda tidak perlu menggunakan sabun terlampau banyak.  Cukup dengan air. Sabun malah membuatnya semakin kering.
Tag : Cewek, Cowok, Love
Back To Top